Ket. Foto: Wali Kota Samarinda, Andi Harun, meninjau Dapur MBG dan pelaksanaan program di SDN 002 Samarinda.

Pojokmedia.com Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memperkuat komitmennya dalam menyukseskan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional.

Langkah konkret ini diwujudkan melalui peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, di kawasan Go Mall, Jalan Bhayangkara, Kamis (6/11/2025).

Usai peresmian, Wali Kota juga meninjau langsung pelaksanaan program MBG di SDN 002 Samarinda untuk memastikan kesiapan layanan dan kualitas makanan yang diberikan kepada peserta didik.

Dalam penjelasannya, Andi Harun menyampaikan bahwa saat ini telah beroperasi 20 dapur SPPG di sejumlah wilayah Samarinda.

Namun, untuk menjangkau seluruh sekolah dasar di kota ini, Pemkot masih memerlukan tambahan 53 dapur guna mencapai target 73 dapur yang ditetapkan.

Wali Kota menegaskan, Program MBG merupakan amanat Presiden yang wajib dijalankan secara serius oleh seluruh pemerintah daerah.

Menurutnya, kebijakan ini tidak sekadar melaksanakan arahan nasional, tetapi juga memiliki dampak nyata terhadap peningkatan gizi dan kesehatan anak-anak.

“Program ini bukan hanya tindak lanjut dari kebijakan nasional, melainkan juga bentuk tanggung jawab kita untuk menjamin anak-anak mendapatkan asupan gizi yang seimbang,” ujar Andi Harun.

Program MBG di Samarinda ditujukan untuk melayani sekitar 135 ribu pelajar tingkat sekolah dasar.

Untuk memastikan pelaksanaan berjalan efektif, Pemkot telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pelaksanaan MBG yang melibatkan berbagai instansi dan unsur pendukung.

 

Adi Harun menjelaskan, Satgas tersebut bekerja sama dengan TNI, Polri, dan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) di Samarinda untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Sinergi berbagai pihak sangat penting agar proses mulai dari pengolahan, pendistribusian, hingga penyajian makanan berjalan sesuai standar gizi dan kebersihan yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Pemkot juga memperkuat sistem pengawasan dengan dukungan teknologi digital melalui dashboard pemantauan yang tengah dikembangkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Sistem ini berfungsi memantau stok bahan pangan, lokasi dapur, dan distribusi menu secara real-time.

“Selain sistem dari BGN, kami mengembangkan dashboard tersendiri agar aktivitas setiap dapur bisa dipantau dengan jelas. Dengan begitu, ketersediaan bahan makanan dapat diketahui dan kebutuhan beberapa hari ke depan bisa diprediksi,” terang Andi Harun.

Ke depan, sistem digital ini juga akan dibuka untuk akses publik sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program.

Langkah tersebut diharapkan meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan MBG.

Meski demikian, Andi Harun mengakui masih terdapat tantangan dalam hal pasokan bahan pangan, karena sebagian besar kebutuhan Samarinda masih bergantung dari luar daerah.

“Diperlukan sumber daya manusia yang andal, tata kelola dapur yang baik, serta koordinasi yang kuat antara Pemkot, BGN, dan unsur TNI-Polri agar program ini benar-benar berjalan optimal,” tegasnya.

Saat meninjau SDN 002 Samarinda, Andi Harun juga berinteraksi langsung dengan siswa penerima manfaat program.

Ia menyatakan rasa syukurnya melihat antusiasme anak-anak menikmati hidangan yang disediakan.

“Melihat anak-anak menikmati makanan bergizi dengan gembira menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pelayanan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Siti Farisyah Yana, turut memberikan masukan agar penyusunan menu lebih seimbang.

Ia menyarankan agar buah pisang pada menu diganti dengan buah lain seperti semangka untuk menyesuaikan kandungan gizi dengan menu utama yang telah mengandung karbohidrat.

Sebagai upaya menjaga kualitas, seluruh dapur SPPG di Samarinda diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sesuai ketentuan BGN dan Kementerian Kesehatan.

“Pemkot berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pelatihan dan sertifikasi bagi setiap dapur agar mutu serta keamanan pangan bagi pelajar tetap terjamin,” tutup Andi Harun.