Pojokmedia.com, Samarinda — Gelombang aksi massa yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026 di Samarinda mendapat respons dari DPRD Kalimantan Timur. Anggota dewan, Agus Suwandy, menyatakan kesiapan untuk menerima langsung para demonstran.

Menurutnya, aksi penyampaian pendapat merupakan bagian dari demokrasi yang harus dihormati. Terlebih, peserta aksi berasal dari masyarakat Samarinda yang juga merupakan konstituennya.

“Saya siap menemui mereka jika datang ke DPRD. Itu bagian dari tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat,” ujarnya kepada wartawan.

Ia hanya mengingatkan agar aksi tetap berlangsung tertib dan tidak merusak fasilitas umum.

“Silakan menyampaikan aspirasi, tapi jangan sampai merusak. Kita jaga bersama kota ini,” katanya.

Sejauh ini, persiapan aksi terlihat semakin matang. Posko-posko mulai bermunculan di berbagai titik, lengkap dengan dukungan logistik dari masyarakat.

Selain itu, panitia juga membuka donasi publik untuk mendukung kebutuhan aksi.

Aksi tersebut rencananya akan dipusatkan di dua lokasi utama, yakni Kantor Gubernur Kalimantan Timur dan Gedung DPRD Kaltim.

Pihak kepolisian pun telah meningkatkan pengamanan, termasuk dengan memasang pembatas di sejumlah area strategis.

Aksi ini dipicu oleh sejumlah kebijakan pemerintah provinsi yang menuai kritik, di antaranya terkait pengadaan fasilitas dinas dan anggaran renovasi yang dianggap tidak tepat sasaran.