
pojokmedia.com/ — Pimpinan Cabang Muhammadiyah Samarinda Utara menerapkan pendekatan baru dalam pelaksanaan kurban Iduladha 1446 H. Tidak hanya menjalankan ibadah penyembelihan hewan, mereka juga menekankan pentingnya pendidikan kurban sejak usia dini melalui program bertajuk “sedekah kurban”.
Program ini menyasar anak-anak dan remaja sebagai peserta aktif, dengan mendorong mereka menyisihkan sebagian uang jajannya untuk dikumpulkan secara rutin.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah melatih komitmen dan kepedulian generasi muda terhadap ibadah kurban sebagai salah satu rukun Islam yang dilaksanakan setiap tahun.
Ketua PC Muhammadiyah Samarinda Utara, Ustaz Taufiq Rahman, menjelaskan bahwa pembiasaan ini penting dilakukan untuk membentuk kesadaran sejak dini.
Ia mengajak keluarga Muslim, khususnya warga Muhammadiyah, untuk menjadikan sedekah kurban sebagai bagian dari rutinitas pembelajaran spiritual dan sosial di lingkungan rumah.
“Kalaupun tahun ini belum mampu, kita mulai dari yang kecil. Anak-anak belajar menyisihkan seribu, dua ribu rupiah per minggu, dikumpulkan dalam celengan, lalu disalurkan bersama. Ini bukan soal besar kecilnya nominal, tapi membangun keterlibatan sejak awal,” ujar Taufiq saat ditemui usai Salat Id, Jumat (6/6/2025).
Dalam pelaksanaan kurban tahun ini, Muhammadiyah Samarinda Utara berhasil menghimpun 22 ekor sapi dan 15 ekor kambing. Seluruh hewan tersebut merupakan hasil gotong royong warga Muhammadiyah yang tersebar di berbagai pimpinan ranting di wilayah Samarinda Utara.
Untuk memastikan kurban disalurkan secara merata, proses distribusi dilakukan melalui struktur organisasi yang sudah terbentuk hingga tingkat ranting. Setiap ranting bertugas mendata penerima manfaat, mengatur teknis penyembelihan, dan menjamin distribusi daging kurban menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Dengan mekanisme distribusi berbasis ranting, kami bisa lebih akurat dalam pendataan penerima. Ini bagian dari tanggung jawab agar kurban tepat sasaran,” terang Taufiq.
Selain program sedekah kurban, Muhammadiyah juga menyisipkan materi edukatif dalam kegiatan pra-Iduladha. Anak-anak diajak berdiskusi tentang kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, serta makna pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini berlangsung di beberapa Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan sekolah-sekolah Muhammadiyah di wilayah Samarinda Utara.
Dengan edukasi yang dirancang dalam bentuk interaktif, seperti simulasi tabungan kurban, pengisian jurnal infak harian, dan pengenalan proses penyembelihan hewan secara syar’i.
Di sisi lain, perencanaan distribusi daging tahun ini juga menyesuaikan dengan himbauan pengurangan penggunaan kantong plastik. Warga diminta membawa wadah sendiri saat pengambilan daging, sementara panitia menyediakan kemasan alternatif berbahan kertas atau besek bambu untuk yang membutuhkan.
Taufiq menyebutkan bahwa upaya ini sejalan dengan komitmen Muhammadiyah dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya limbah plastik sekali pakai.
“Sudah ada sosialisasi sebelumnya kepada warga agar membawa wadah masing-masing, dan responsnya cukup baik,” jelasnya.
Hingga saat ini, proses penyembelihan telah selesai di beberapa titik dan dilanjutkan dengan distribusi yang ditargetkan rampung sebelum sore. Tim panitia mencatat bahwa sebagian besar hewan kurban berasal dari kolektif warga, sekolah, dan kelompok pengajian di bawah naungan Muhammadiyah Samarinda Utara.
Dengan capaian ini, PC Muhammadiyah Samarinda Utara berharap pelaksanaan kurban bukan hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pembinaan jangka panjang yakni baik dalam aspek spiritual, sosial, maupun edukatif.
Melalui pelibatan anak-anak, penguatan struktur distribusi, dan pendekatan ramah lingkungan, pelaksanaan Iduladha 2025 menjadi momentum untuk memperkuat jaringan dakwah dan pelayanan sosial di tingkat komunitas.
